Kamis, 12 Desember 2013

Pre -- Post Journey

  • Pre-Journey
Pre-Journey adalah keadaan dimana seseorang merencanakan untuk bepergian dan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. 
Contoh : 
Kami menawarkan sebuah paket wisata edukasi berkeliling UI kepada siswa-siswi SMA. Sebelumnya, siswa-siswa tersebut melihat itinerary yang kami tawarkan berikut rincian biaya yang dikeluarkan setiap orangnya. 

- Pre-Board
Pre-Board adalah kondisi dimana orang-orang yang akan melakukan perjalanan, merencanakan bagaimana mencapai tempat untuk tujuannya tersebut.
Contoh :
Setelah tertarik dengan paket wisata tersebut, siswa-siswa membeli paket tersebut dan kemudian mereka merencanakan untuk keberangkatan menuju UI dan bertemu kepada kami di Balairung, UI Depok.

- In-Board
In-Board adalah dimana wisatawan berada di dalam transportasi yang digunakan untuk melakukan sebuah wisata
Contoh :
Siswa menaiki Bikun melalui pintu depan lalu duduk di kursi sesusai kapasitasnya. Jika berlebih, maka ada yang berdiri. Tenang saja, Bikun memiliki pegangan seperti di Bis Transjakarta :). Lalu siswa akan dibawa berkeliling UI dan melihat berbagai fakultas dan fasilitas yang ada di UI.

- Post-Board
Post-Board adalah kondisi dimana wisatawan tiba di lokasi tujuan wisatanya.
Contoh :
Setelah tiba di Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, siswa akan turun dari Bikun melalui pintu belakang. Mereka akan diajak untuk mengelilingi Perpustakaan dan kemudian makan siang disana, lalu melaksanakan ibadah sholat di Masjid UI yang terletak tidak jauh dari Perpustakaan.
  •  Post-Journey 
Post-Journey adalah keadaan dimana wisatawan menggunakan transportasi dari tempat ia berhenti terakhir dari transportasi yang digunakan, menuju ke tempat tujuannya. Dalam hal paket wisata menggunakan Bikun, post-journey nya adalah dimana siswa-siswa tersebut telah menyelesaikan wisata edukasi di UI dan memilih transportasi yang akan mereka gunakan untuk kembali lg ke sekolah atau kerumah masing-masing.

PERKIRAAN BIAYA
Perkiraan biaya untuk melakukan wisata edukasi di UI ialah IDR 22.000 untuk makan siang. Sedangkan untuk biaya transportasi menuju UI tidak termasuk dalam harga paket tour tersebut. 

--the end--  


 
 

Indikator Transportasi

Transportasi memiliki enam indikator yaitu :

a. Keselamatan / Safety, yaitu dalam transportasi yang kita gunakan tersebut dapat menjamin keselamatan penumpang/penggunanya. Anatara lain dengan tersedianya pemecah kaca untuk keadaan darurat, adanya safety belt, pintu yang terkunci dengan baik dan adanya alat pemadam kebakaran dalam ukuran kecil
b. Aman / Security, yaitu transportasi tersebut menciptakan keamanan bagi penggunanya. Hal ini mengurangi adanya resiko yang terjadi kepada pengguna. Keamanan pada transportasi yang digunakan dapat melalui adanya petugas disetiap transportasi khususnya transportasi umum, dan ada baiknya penumpang wanita dan pria dipisahkan duduknya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan
c. Mudah, yaitu transportasi tersebut mudah didapat atau digunakan oleh masyarakat pada umumnya dan bermanfaat dalam memudahkan masyarakat untuk bepergian
d. Nyaman, yaitu apabila masyarakat berada di transportasi itu, mereka akan merasa nyaman. Hal ini dapat diciptakan melalui fasilitas yang tersedia didalam transportasi yang digunakan, misalnya kursi yang masih dalam kondisi bagus, bersih, tidak rusak sana-sini, tidak berbau, memiliki pendingin (AC), dan fasilitas penunjang lainnya yang membuat nyaman penumpangnya
e. Cepat, yaitu masyarakat tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu dan menggunakan transportasi tersebut. Apabila transportasi tersebut datangnya lebih on time, tentunya masyarakat akan merasa puas akan pelayanan transportasi tersebut
f. Terjangkau, artinya transportasi terjangkau baik dalam hal biaya maupun akses nya. Masyarakat tidak kesulitan untuk menjangkaunya dan juga tidak membutuhkan biaya yang mahal untuk menggunakannya.

Dalam hal pembahasan transportasi Bis Kuning (Bikun), indikator keselamatan sudah cukup baik karena sekarang pintunya sudah otomatis sehingga kecil kemungkinan adanya penumpang yang terjatuh. Namun untuk indikator keamanan sendiri, masih kurang karena masih kerap kali terjadi kasus pencurian barang pribadi didalam Bikun. Umumnya adalah telepon genggam. Bis Kuning mudah dan terjangkau untuk mahasiswa UI. Kenyamanannya pun cukup memuaskan hanya saja kalau sudah sangat penuh, tentu akan merasa kurang nyaman karena untuk berjalan saja susah. Indikator cepat untuk Bikun masih tergolong kurang, karena Bikun seringkali datang tidak sesuai dengan waktu yang seharusnya..
 

Transportasi Bis Kuning

Kampus Universitas Indonesia, Depok, menyediakan bis sebagai sarana transportasi untuk melayani kebutuhan mahasiswanya. Bis ini terkenal dengan sebutan Bikun (Bis Kuning) karena warnanya yang dominasi kuning.   

Bis ini sudah tersedia sejak lama dan hingga tahun 2005, terdapat 25 unit Bikun. Pada mulanya, Bikun tidak ber-AC dan berpintu otomatis seperti saat ini, namun pada tahun 2009 UI mengadakan peningkatan sekaligus perbaikan fasilitas bis nya. UI bekerjasama dengan pihak Aerotrans dalam pengadaan bis kampus. Sehingga, sampai saat ini UI memiliki bis kampus yang setaraf dengan bis pariwisata. Bikun di UI ada 2 jenis, yaitu yang milik perusahaan Aerotrans (plat merah) dan juga yang milik UI sendiri (plat kuning). 

Bis ini beroperasi setiap Senin-Jumat | 07.00 – 19.00 WIB, Sabtu | 07.00 – 12.00 WIB
Bis ini memiliki 2 rute yang berbeda yang ditandai dengan warna Merah dan Biru.  
  
Bikun BIRU

Bikun MERAH

Rute Bikun





Perkenalan

Blog ini merupakan blog yang kami (Kelompok 3) buat untuk memenuhi persyaratan penilaian mata kuliah Penanganan Airport/Pasasi dan juga Penanganan Kargo (seperti yang telah disebutkan diatas).
Kelompok kami terdiri dari :

1. Dimas Wichaksono  (1006782053)
2. Fauziyyah Hanan A  (1106103512)
3. Satrio Suryahadi  (1106103733)
4. Rufina Pramudita (1106104364)
5. Ghitha Ghaida Ghassani  (1106104465)

Semoga semua yang membaca blog ini dapat memperoleh informasi dan bermanfaat untuk kedepannya :)